Kita adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Setiap hari kita akan bertemu banyak orang. Bahkan, bisa jadi yang kita temui adalah orang-orang baru yang siap masuk ke dalam kehidupan kita. Menjalin hubungan dengan orang lain merupakan kewajiban. Hubungan sosial antarindividu adalah sebuah kontrak kehidupan yang tidak bisa dihindari. Berinteraksi dengan lingkungan sosial merupakan tuntutan yang harus kita jalani.
Setiap waktunya kita lewati dengan melakukan proses-proses sosial seperti bercerita, mendengarkan, bertegur sapa, dan yang akan selalu kita lakukan, yaitu berjanji. Sebuah janji yang terucap lewat lisan adalah sakral. Tanpa disadari, janji yang telah kita ucapkan akan mengikat kita dengan orang lain. Dengan berjanji berarti kita sedang berusaha mendapat kepercayaan. Ungkapan “kepercayaan itu mahal harganya” memang benar adanya. Sekali janji tak ditepati, kepercayaan kita terhadap orang yang memberikan janji akan berkurang bahkan hilang.
Dalam penelitiannya, Gneezy membedakan reaksi para subjek baik yang janjinya tidak ditepati, dipenuhi, atau dijanjikan sesuatu yang muluk. Untuk mengetahui reaksi para subjek, Gneezy dan rekannya Nicholas Epley dari University of Chicago Booth School mengadakan dua eksperimen. Eksperimen pertama, para subjek diberi stimulus untuk mengingat semua janji yang pernah tidak ditepati, dipenuhi, atau janji yang terlalu muluk. Eksperimen kedua, para subjek diminta untuk bermainpuzzle dan saling berpasangan. Setiap subjek yang menjadi pasangan akan berjanji untuk membantu menyelesaikan susunan puzzle.
Hasil dari keseluruhan eksperimen menghasilkan beberapa kesimpulan. Semua subjek menyatakan bahwa mereka merasa kecewa ketika orang lain tidak menepati janjinya dan ketika janji dipenuhi, subjek merasa senang. Uniknya, rasa senang yang dirasakan, tidak lantas membuat para subjek memberikan apresiasi lebih kepada orang yang berjanji. Subjek juga merasakan tingkat kesenangan yang sama saat dijanjikan sesuatu yang terlalu muluk. Kesimpulan tersebut menjelaskan bahwa setiap manusia pasti akan merasa sangat kecewa ketika janjinya tidak ditepati. Hal ini berkaitan dengan kontrak sosial yang ada di masyarakat. Dengan menepati janji, berarti kita dianggap sebagai pribadi yang baik dan dapat dipercaya. Mengutip kata Gneezy, “Keeping a promise is valued so highly, above and beyond its ‘objective’ value. When you keep a promise, not only have you done something nice for someone but you’ve also fulfilled a social contract and shown that you’re a reliable and trustworthy person.”
Tentu kita menginginkan sebuah hubungan yang akan bertahan lama. Cara agar sebuah hubungan dapat bertahan lama adalah ketika kita sudah menyentuh sisi terdalam dari orang yang dekat dengan kita. Tidak mungkin kita bisa menyentuh sisi terdalam orang lain ketika kita tidak mendapat kepercayaan dari orang lain. Untuk menyentuh sisi terdalam dari orang lain kita tidak perlu melakukan usaha yang terlalu keras. Cukup dengan menepati setiap janji yang kita ucapkan, orang lain akan merasa senang.
Kita tidak harus menjadi superhero yang menjanjikan hal-hal bersifat fantasi hanya untuk diapresiasi oleh orang lain. Ibaratnya tidak cukup kita menjanjikan orang lain untuk terbang ke atas awan, kita pun harus berjanji untuk kembali ke bumi dengan selamat. Janji bukanlah angan-angan. Janji adalah sesuatu yang bisa diwujudkan dengan melihat realita yang ada. Ketika kita terlalu muluk dalam berjanji, jangan marah jika orang lain tidak memberikan apresiasi. Mereka hanyalah manusia, mereka tidak dilahirkan dengan genetik seperti dewa kebaikan.
Mendapatkan hati orang lain bukan berarti menuntut kita menjadi orang yang royal. Tidak semua hal bisa dibeli dengan materi, salah satunya kepercayaan. Sebanyak uang yang ada di muka bumi ini pun tidak cukup untuk membeli kepercayaan dari seseorang. Kita hanya harus menepati setiap hal yang kita janjikan agar tidak menjadi alasan bagi orang lain untuk kecewa. Seperti yang kita semua ketahui, orang baik tidak akan pernah ingkar janji kan?
No comments:
Post a Comment
Terima Kasih Sudah Berkunjung Ke Blog Sederhana Saya Silahkan Tinggalkan Komentar